Rabu, 13 Juni 2012

Pengaruh Motivasi pada Prestasi Anak

Setiap anak berbakat! Itulah yang senantiasa harus diingat oleh para orangtua. Jangan dulu risau bila anak kita tidak dapat bernyanyi, tapi lihat ternyata dia sangat luwes menarikan satu tarian. Atau ah, saya malu karena anak saya tak bisa bermain bola sebagus teman-temannya, coba tengok di lapangan bulutangkis, anak kitalah sang juara. Sedih, karena nilai matematika anak kita, tidak segemilang teman sekelasnya? Apakah Anda tidak melihat bahwa nilai bahasa Inggrisnya selalu terbaik di kelas? Anak-anak kita, sebenarnya masing-masing telah dianugerahi bakat oleh sang pencipta, namun bakat yang dimiliki oleh anak tentunya berlainan, satu dengan yang lainnya. Nah, tugas kitalah sebagai orang tua, yang harus pandai-pandai membaca minat dan bakat anak kita, dan mengarahkannya agar tidak ‘salah jalur’.
Tugas orangtua adalah memberikan arahan, bimbingan dan motivasi pada anak, agar dapat mengoptimalkan diri sesuai bakatnya, dan tentunya dapat meraih prestasi yang maksimal. Jadi, antara motivasi dan prestasi, tentu saja memiliki keterkaitan yang sangat erat. Hubungan antara keduanya adalah berbanding lurus,  dimana motivasi baik dan maksimal menghasilkan prestasi yang cemerlang, dan juga sebaliknya, tanpa motivasi maka prestasi yang diharapkanpun urung terjadi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Motivasi, berarti dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.
Dalam hal ini, dorongan (dukungan) dari orang tua kepada anaknya, agar anak memiliki keinginan penuh untuk dapat bertindak sesuai dengan bakatnya, mencapai tujuan terbaik.
Seorang anak yang mendapatkan dukungan penuh dari orang tua, atau katakanlah tercukupi kebutuhan motivasi bagi dirinya, memiliki kecenderungan sikap, sebagai berikut;
Percaya Diri
Motivasi dari orang tua menjadikan kepercayaan diri anak meningkat karena anak merasa dihargai dan menerima limpahan kasih sayang yang meneduhkan dari orang tua dan merasa tenang bahwa orang tua selalu ada disamping mereka. Seorang anak yang memiliki kepercayaan diri, maka dapat menguasai dirinya dengan baik. Mampu menunjukkan kemampuannya tanpa rasa minder. Yakin pada diri sendiri dan berupaya yang terbaik bagi dirinya tanpa mengikuti atau bahkan meniru orang lain. Percaya diri menjadikan seorang anak ‘bangga’ pada dirinya dan memiliki penghargaan pada diri dengan baik, tidak mudah menyerah.
Bertanggung Jawab
Anak yang mendapatkan motivasi baik dari orangtuanya, maka akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Kenapa? Karena motivasi menjadikan sang anak bersungguh-sungguh menjalankan perannya, mengejar harapan dan prestasinya, berharap untuk tidak mengecewakan orang tua dan mereka yang menyayanginya (memberi motivasi). Motivasi memberikan kesadaran dan menjadikan anak fokus pada tujuannya, dan pantang mundur sebelum mencapai hasil.
Berani Mengambil Resiko
Berani mengambil resiko adalah tidak gentar pada kompetisi, walaupun hasil yang didapat nantinya adalah suatu kekalahan. Karena motivasi dari orang tua, menjadikan sang anak menjadi pribadi yang kuat, dimana kalah atau menang bukanlah tujuan akhir yang mutlak, tapi perjalanan mencapainya yang harus dimaknai dengan perjuangan. Anak yang termotivasi dengan baik, akan mengoptimalkan seluruh kemampuan yang dimiliki dan berani ber’tanding’ dalam satu kompetisi yang sulit sekalipun.
Semangat
Motivasi, adalah dukungan yang menyemangati, tentu saja! Semangat itu akan tumbuh dalam diri anak-anak kita yang mendapat motivasi penuh. Tidak mudah menyerah, lesu dan pasrah pada keadaan. Senantiasa ceria, bergembira dan berfikiran positif dan akhirnya prestasi mampu diraih dengan baik.


sumber: http://carapedia.com/pengaruh_motivasi_pada_prestasi_anak_info2553.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar